Kajian Islam, Ceramah. Gambar: Islampos.
Assalamualaikum wr wb.
Marilah kita panjatkan puja dan puji kehadirat Allah Swt sebagai Tuhannya manusia, sesembahan manusia. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan yang membangkitkan kembali di kehidupan yang kedua. Mengadili dan membalas semua amal perbuatan manusia dengan ganjaran surga atau neraka.
Laailaahaillallah, Laailaahaillallah, Laailaahaillallah muhammadurrasulullah.
Shalawat serta salam mari kita ucapkan kepada nabi besar Muhammad Saw, sebagai utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan firman firmanNya.
Allahumma shalli ala muhammad
Wa ala ali sayyidina Muhammad.
Pada bulan yang suci ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri, dan muslimin-muslimat. Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Swt agar tidak mudah tersesat dari jalanNya. Bila kita melakulan kesalahan, bersegeralah istighfar memohon ampunanNya. Karena kita tahu kita hanyalah manusia, dan bukannya malaikat yang bisa terus taat kepada Allah Swt.
Astaghfirlaahaladzim, Astaghfirlaahaladzim, Astaghfirlaahaladzim.
Pada artikel ini saya mengusung judul:
Pendidikan agama Islam itu penting untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang (perilaku maksiat dan Jahat).
Kehidupan di dunia ini selalu diwarnai dengan perjuangan hidup, karena kita tahu dunia ini bukanlah surga dan juga bukanlah neraka. Tak selamanya orang kaya bisa menikmati kekayaannya. Tak selamanya orang miskin selalu hidup dalam kemiskinan. Tidak selalu perjuangan hidup menuai keberhasilan ataupun menuai kegagalan.
Roda kehidupan selalu berputar, terkadang ada di atas dan terkadang ada di bawah. Namun pada akhirnya, kematian adalah akhir dari kisah perjalanan hidup manusia. Manusia kembali menghadap Tuhannya, mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan selama hidup di dunia. Apakah ketakwaan yang dijalankannya atau kah kemaksiatan dan kejahatan kah yang dilakukannya?
Astaghfirlaahaladzim, Astaghfirlaahaladzim, Astaghfirlaahaladzim.
Hidup di dunia modern saat ini berarti hidup di dunia ekonomi. Keadaan ekonomi seseorang atau keluarga sangat menentukan kesejahteraan, status sosial, kesehatan, pendidikan, karir, dan pilihan.
Perjuangan untuk mendapatkan ekonomi yang layak tentu tidaklah mudah dan butuh perjuangan. Semakin besar jumlah penduduk suatu negara, semakin sulit orang untuk mendapatkan ekonomi yang cukup dan layak. Sampai sampai ada yang jual diri atau ngelonte, bermaksiat, jadi mucikari, calo, penipu, copet, preman, maling, rampok, dan koruptor. Penganiayaan, menyakiti, menjahati, pembunuhan, pemerasan menjadi perilaku menyimpang lainnya. Semua hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya yang mendesak dan atau bermegah megahan, juga karena iri dan dengki atau merendahkan orang lain.
Kehidupan nasib tiap tiap individu dalam suatu negara sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam mengelola negara (ekonomi negara). Bagaimana pemerintah memberdayakan rakyat untuk mendapatkan ekonomi yang tinggi bagi negara dan rakyat.
Pada titik ini pemerintah dan rakyat harus saling bahu membahu. Namun jika tidak demikian, realita kemiskinanlah yang ada. Ekonomi negara dan rakyat juga sama sama sulit. Kemiskinan memberikan pengaruh dan dampak yang besar terhadap negara dan rakyat.
Realita kemiskinan telah menciptakan kesenjangan sosial yang begitu tinggi. Mentalitas si kaya dan si miskin makin meruncing yang keduanya bisa mengakibatkan terjadinya penyimpangan perilaku terlebih pada si miskin.
Kemiskinan dapat membawa budaya penyimpangan perilaku pada si miskin dan si kaya yang sulit untuk disembuhkan. Disinilah peran pendidikan agama Islam sebagai ajaran agar perilaku manusia tidak menyimpang. Allah mengajarkan bagaimana manusia harus menjalani hidup yang benar, sebagai pemerintah dan atau sebagai rakyat.
Allah mengajarkan manusia untuk menjadi orang yang benar, bukannya menjadi orang jahat dan bermaksiat. Allah menuntun manusia ke jalan yang benar dengan petunjuk-petunjukNya agar tidak tersesat dalam kemaksiatan dan kejahatan. Inilah agama yang lurus/benar. Hal ini Allah sebutkan dalam surat Al Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ﴿٢﴾
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿٣﴾
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ﴿٤﴾
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ﴿٥﴾
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ ﴿٦﴾
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ ﴿٧﴾
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Meyakini adanya Allah sebagai Tuhan semesta alam dan bertakwa menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah adalah inti dari pendidikan agama islam.
Surat Hud (11) ayat 1-2.
الٓرٰ ۚكِتٰبٌ اُحۡكِمَتۡ اٰيٰـتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتۡ مِنۡ لَّدُنۡ حَكِيۡمٍ خَبِيۡرٍۙ ﴿١﴾
Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti,
اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّا اللّٰهَ ؕ اِنَّنِىۡ لَـكُمۡ مِّنۡهُ نَذِيۡرٌ وَّبَشِيۡرٌ ﴿٢﴾
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu,
Pentingnya ajaran kebenaran dalam pendidikan manusia adalah untuk menuntun perilaku manusia agar tidak berperilaku jahat dan melampaui batas. Untuk itulah Allah turunkan Al Quran sebagai pedoman hidup. Apabila manusia tidak dididik dengan ajaran kebenaran, perilakunya pasti akan menyimpang karena akan semaunya sendiri mengkuti hawa nafsunya.
Pendidikan agama Islam di Indonesia tidak langsung to the point, semuanya terpecah pecah. Memang inti ajaran Islam adalah iman dan takwa. Bukan pengertiannya saja yang dibahas dan diajarkan secara berulang ulang, tapi rician takwanya yang diajarkan dan dijelaskan (Apa saja perintah Allah dan apa saja larangan Allah). Hal itu harus diajarkan secara berulang ulang. Sebenarnya simple, tapi ajaran Islam terpecah pecah berdasarkan bahasannya. Akhirnya tidak fokus pada inti ajaran Islam. Contoh takwa ada pada artikel di bawah ini.
Ajaran iman dan takwa / ajaran kebenaran harus di ajarkan sedari pendidikan Sekolah Dasar hingga sudah bekerja (terutama di instansi negara dan swasta). Tujuannya agar jadi orang benar, bukan jadi penjahat berdasi ataupun penjahat jalanan/masyarakat. Kebanyakan negara hancur amburadul bukan karena perang, tapi karena pejabat pejabat negaranya orang yang nggak bener alias menjadi penjahat berdasi, dan masyarakatnya pun juga jadi penjahat jalanan/masyarakat dan atau bermaksiat. Akhirnya pejabat pejabatnya nggak becus kerja, lalai, dsb., sedangkan masyarakatnya banyak yang menempuh jalan kejahatan dan kemaksiatan. Rusaklah tatanan ekonomi-sosial masyarakat.
Orang yang tidak dididik kebenaran secara benar, perilakunya pasti akan menyimpang terlebih orang orang yang tidak pernah di didik ajaran kebenaran. Orang orang seperti itu hanya takut kepada orang yang punya kekuatan dan atau kekuasaan yang lebih tinggi darinya. Allah Tuhan semesta alam yang menciptakan kehidupan dan yang mematikan pun tidak ditakutinya. Namun orang orang yang tidak takut kepada Allah sudah disediakan neraka jahannam tempat mereka kembali di kehidupan akhirat.
Oleh karena itu umat muslim (negara) diperintahkan Allah untuk menegakkan kebenaran dengan persenjataan yang tangguh, apapun senjatanya itu. Sebagaimana firmanNya Surat Al Anfal ayat 60.
وَاَعِدُّوۡا لَهُمۡ مَّا اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ قُوَّةٍ وَّمِنۡ رِّبَاطِ الۡخَـيۡلِ تُرۡهِبُوۡنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَاٰخَرِيۡنَ مِنۡ دُوۡنِهِمۡ ۚ لَا تَعۡلَمُوۡنَهُمُ ۚ اَللّٰهُ يَعۡلَمُهُمۡؕ وَمَا تُـنۡفِقُوۡا مِنۡ شَىۡءٍ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيۡكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ لَا تُظۡلَمُوۡنَ ﴿٦٠﴾
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan (persenjataan tangguh) yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda (kendaraan tempur) yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
Dengan demikian hukum Allah benar benar ditegakkan. Umat muslim dipantang kalah sama penjahat. Seharusnya ajaran kebenaran dan hukum haruslah berjalan seimbang agar kebenaran benar benar terlaksana.
Ajaran agama Islam dan hukum Islam apabila diajarkan sedari pendidikan Sekolah Dasar hingga sudah kerja dan kepada masyarakat, InshaAllah negara/negeri akan terhindar dari kejahatan dan kerusakan fisik maupun kerusakan sosial masyarakat.
Ajaran Allah (Al-Quran) bukan hanya sekedar retorika, tapi ada penegakan hukumnya di dunia dan di akhirat. Apabila hanya retorika saja, akan seperti macan ompong. Allah hukum manusia yang membangkang kepada Allah yaitu orang orang yang tidak mau menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Allah telah sediakan neraka bagi para pembangkang. Di dunia Allah telah perintahkan manusia untuk menerapkan hukum Allah untuk menegakkan perintah dan larangan Allah. Sebagaimana firmanNya Surat As Shad (38) ayat 26-28.
يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلۡنٰكَ خَلِيۡفَةً فِى الۡاَرۡضِ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ بِالۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الۡهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَضِلُّوۡنَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ لَهُمۡ عَذَابٌ شَدِيۡدٌۢ بِمَا نَسُوۡا يَوۡمَ الۡحِسَابِ ﴿٢٦﴾
(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan."
Peringatan, dan ancaman hukuman dari Allah adalah hal yang baik, mendidik manusia agar tidak berperilaku jahat dan maksiat. Untuk menciptakan keadaan dan kondisi manusia yang baik dan benar haruslah dimulai dari pendidikan dengan materi yang benar / lurus. Hanya ajaran Allah lah yang benar / lurus yaitu takwa. Selain dari itu sudah pasti sesat / menyimpang / tidak benar. Silahkan dibandingkan dan dianalisa.
Solusi untuk menciptakan perilaku yang baik dan benar dalam masyarakat dan pemerintahan adalah pendidikan takwa yang harus diajarkan sedari sekolah dasar hingga bekerja agar selalu ingat untuk tidak melakukan tindak kejahatan dan kemaksiatan atau bisa disebut perilaku menyimpang.
Itulah yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan diri kita, masyarakat, negara, dan seluruh dunia. Semoga semua dalam keadaan baik, aman, dan sejahtera.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.
Sekian, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum wr wb.
Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E