Ilustrasi orang kaya dan orang miskin. Gambar: istock.
Assalamualaikum wr wb.
Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat, karunia, rezeki, dan nikmat dariNya.
Subhanallah, Alhamdulillah, wa laa ilaahaillallah, Allahuakbar.
Sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw yang telah menyampaikan firman firman Allah kepada seluruh umat manusia.
Allahummashalli ala muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.
Di bulan yang suci ini saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan pembaca sekalian, marilah kita beriman dan bertakwa kepada Allah secara sungguh sungguh. Mudah mudahan kita tidak termasuk orang yang suka lalai dalam ibadah, menjadikan kita manusia yang sabar, disipilin dalam segala hal. Amin ya rabbal alamin
Pada kesempatan di bulan yang suci ini, artikel kali ini berjudul:
Orang miskin dan Orang kaya. Siapa yang bakal masuk surga? Apa saja amalannya?
Hidup manusia tidak terlepas dari harta-benda. Manusia butuh harta benda untuk memenuhi kebutuhannya. Ada yang sukses memperolehnya di atas rata rata orang lain (disebut orang kaya), dan ada yang tidak sukses memperolehnya (disebut orang miskin).
Kehidupan membuat manusia harus berjuang memperoleh harta-benda untuk memenuhi kebutuhannya. Ada yang memperolehnya secara batil dan ada yang memperolehnya secara halal. Namun hidup dalam kemajemukan sosial, manusia tak lagi berjuang memperoleh harta-benda hanya demi memenuhi kebutuhan dasarnya saja tetapi juga untuk status sosialnya.
Ujian Allah Swt tidak terlepas dari materi yaitu dalam mencari/memperoleh harta-benda, dan bagaimana mengelola/menggunakan hartanya. Dalam mencari atau meperoleh harta-benda, manusia diperintahkan untuk mendapatkan secara halal. Contohnya: tidak mencuri, rampok, maling, korupsi, menipu, menjajah, memonopoli, memperbudak, berdagang yang jujur, jual-beli dan hutang-piutang yang tidak ada ribanya, dsb.
Setelah memperoleh harta-benda manusia juga diperintahkan untuk berzakat, infak-shodaqoh, memberi makan orang miskin dan dalam perjalanan, tidak boros, tidak menumpuk numpuk harta seperti Qarun, membelanjakan hartanya untuk berjihad/berperang apabila dalam peperangan, dsb.
Dalam perjuangan hidup mencari/memperoleh harta benda tentu tidak semuanya beruntung, sudah pasti ada yang tidak beruntung. Orang yang beruntung punya banyak harta benda sudah seharusnya menjalankan perintah Allah tersebut di atas sebagai amalannya yaitu menolong yang tidak beruntung (miskin), dan membantu perang apabila perang terjadi.
Sedangkan orang yang tidak beruntung diperintahkan untuk tetap sholat dan bersabar, tidak berputus asa, tetap berpegang teguh pada ajaran Allah, tidak mencuri, merampok, dsb.
Al Baqarah ayat 212
زُيِّنَ لِلَّذِيۡنَ كَفَرُوا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُوۡنَ مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ۘ وَالَّذِيۡنَ اتَّقَوۡا فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ ؕ وَاللّٰهُ يَرۡزُقُ مَنۡ يَّشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ ﴿٢١٢﴾
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
Dari uraian tersebut di atas jelaslah bahwa orang kaya bisa masuk surga, orang miskin pun juga bisa masuk surga. Namun orang kaya juga bisa masuk neraka, orang miskin pun juga bisa masuk neraka pula. Semua bergantung iman dan ketakwaannya.
Manusia diperintahkan bertakwa kepada Allah Swt. Kalau manusia tidak bertakwa, apa lagi yang dikerjakannnya kalau bukan syirik dan kejahatan (kesesatan)?
Baca:
Orang kaya yang masuk surga adalah orang kaya yang tidak menimbun nimbun harta sebagaimana Qarun. Qarun bukanlah orang kaya biasa tapi orang yang kaya raya yang ketika matinya Allah timbun beserta harta hartanya dengan tanah longsor karena gempa bumi.
Orang yang diridhai Allah dalam hal harta benda adalah orang yang berkecukupan. Tidak kekurangan suatu apapun dalam hal memenuhi kebutuhannya, dan juga tidak berlebih lebihan seperti Qarun. Orang berkecukupan istilahnya orang yang sudah sejahtera, tidak hidup dalam kemiskinan. Karena hidup dalam kemiskinan itu sangat berbahaya. Oleh karena itu manusia yang kaya Allah perintahkan untuk menolong yang miskin terutama dalam hal kebutuhan pangan sebagaimana telah disebutkan di atas.
Baca:
Di dunia modern ini penyebab kemiskinan adalah; harta-benda / uang dalam masyarakat dan negara banyak diperoleh oleh segelintir orang dengan perusahaannya. Seperti Qarun pada zaman dahulu. Akhirnya harta benda / uang yang dimiliki masyarakat makin sedikit, pendapatan masyarakat menjadi berkurang dan atau sulit untuk memperoleh penghasilan.
Orang kaya raya seperti inilah yang tidak akan masuk surga di akhirat nanti. Nasibnya akan sama seperti Qarun. Oleh karena itu Allah tidak hanya memerintahkan satu atau dua orang untuk bertakwa, tetapi seluruh penduduk negeri untuk bertakwa agar tercipta kehidupan masyarakat yang sejahtera/berkecukupan.
Sedangkan orang miskin yang tidak beriman dan bertakwa karena nasib miskinnya, maka orang tersebut tidak akan masuk surga. Orang kaya dan orang miskin diuji dengan iman dan takwa. Siapa saja yang beriman dan bertakwa, dialah yang akan masuk surga.
Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah Swt agar penduduk negeri ini diberi hidayah untuk beriman dan bertakwa sehingga hidupnya bisa sejahtera.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.
Sekian artikel kali ini, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum wr wb.
Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E
