Kumpulan galaksi yang berserakan di alam semesta. Gambar: Nasa, Instagram.

Assalamualaikum wr wb.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt atas petunjuk hidup (Al Quran) yang telah Allah turunkan kepada manusia sehingga manusia bisa beriman dan bertakwa kepada Allah dan tidak tersesat di kehidupan dunia ini. 

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu Allahu akbar.

Sholawat serta salam mari kita haturkan kepada nabi Muhammad Saw yang telah berjuang menyampaikan perintah dan larangan Allah.

Allahumma shalli ala muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.

Pada artikel kali ini saya tidak bosan bosannya berwasiat kepada diri saya sendiri dan juga kepada para muslimin dan muslimat. Marilah kita senantiasa bertakwa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Mudah mudahan kita selamat di dunia dan di akhirat, tidak terjerumus dalam kesesatan-kemaksiatan dan kejahatan di dunia, dan di akhirat kelak terhindar dari siksa api neraka yang menyala nyala. 

Pada artikel kali ini saya mengusung judul:

Alam semesta Kita Memiliki Triliunan Galaksi Dan Tiap Galaksi Memiliki Milyaran Planet. Mengapa hanya Planet Bumi yang berpenghuni? Percayakah Anda ada Tuhan Semesta Alam?

Keyakinan terhadap Allah adalah kepercayaan manusia terhadap Tuhan semesta alam. Meyakini bahwa alam semesta ini Allah lah yang menciptakannya, bukan ada dengan sendirinya. Keberadaan alam semesta, bumi yang hidup, air, tumbuhan, hewan, dan manusia sudah pasti ada tujuannya. Tidak serta merta ada karena kebetulan. Mengapa saya katakan demikian?

Perhatikanlah bumi. Di bumi ada kehidupan. Ada air, ada tumbuhan, ada hewan, dan ada manusia. Semua bahan bahan kebutuhan pangannya, dan bahan bahan keperluan lainnya telah tersedia di bumi. Semuanya sudah sangat terencana, ditata dan diatur sedemikian rupa. Bagaimana dengan planet lain di galaksi bimasakti kita atau planet planet di galaksi lainnya, apakah ada kehidupan seperti di bumi? 

Berdasarkan ilmu pengetahuan saat ini, di planet lain di berbagai galaksi tidak ada kehidupan seperti di bumi. Hanya bumi yang berproses secara sempurna menjadikannya planet yang hidup dan hal ini bukanlah suatu kebetulan, pasti ada tujuannya. Padahal dahulunya bumi adalah planet yang mati seperti planet planet lainnya. Tidak ada kehidupan.

Al Hadid (57) ayat 17
اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ يُحۡىِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا‌ؕ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ الۡاٰيٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ ﴿١٧﴾

Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.

Ar Rum (30) ayat 50
فَانْظُرۡ اِلٰٓى اٰثٰرِ رَحۡمَتِ اللّٰهِ كَيۡفَ يُحۡىِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ‌ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ لَمُحۡىِ الۡمَوۡتٰى ‌ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ ﴿٥٠﴾

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dengan ayat tersebut di atas, Allah tidak hanya menjelaskan bahwa Allah kuasa menghidupkan planet yang mati tapi juga dapat membangkitkan atau menghidupkan kembali manusia setelah matinya di akhirat nanti.

Pada zaman modern saat ini, manusia sudah bisa menangkap obyek yang jauhnya milyaran cahaya dengan teleskop penangkap inframerah (james webb) sehingga bisa menstrukturisasi dan memetakan alam semesta, terlebih hanya mengamati obyek planet tertentu. 

Lokasi bumi di galaksi bimasakti. Video: Instagram.

Triliunan galaksi yang tersebar di alam semesta. Gambar: Instagram.

Sebagian alam semesta yang telah dipetakan dan distrukturisasi. Lokasi galaksi bimasakti di alam semesta telah ditemukan dan dipetakan. Gambar tersebut adalah galaksi galaksi yang terikat secara gravitasi membentuk seperti jaring dan seperti sel saraf manusia. Gambar: Wikipedia

Jika dipetakan skala besar tiga dimensi, gambar alam semesta seperti ini. Gambar: Wikipedia.

Ribuan planet dan ribuan galaksi di alam semesta kita telah diamati, tapi tak ada satu pun di planet lain di galaksi bimasakti atau pun di galaksi lainnya ada kehidupannya seperti di bumi. Sungguh mengherankan, aneh, tapi nyata. Hal ini menjadi bukti bahwa Tuhan (Allah Swt) itu ada dan Firman Allah (Al Quran) menjadi bukti dan mengukuhkan keberadaanNya. Untuk membuktikan Al Quran adalah Firman Allah, Allah telah tantang seluruh manusia untuk membuat Al Quran secara sendiri sendiri ataupun bersama sama. Sanggup atau tidak!

Surat Al Isra (17) ayat 88

قُلْ لَّٮِٕنِ اجۡتَمَعَتِ الۡاِنۡسُ وَالۡجِنُّ عَلٰٓى اَنۡ يَّاۡتُوۡا بِمِثۡلِ هٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لَا يَاۡتُوۡنَ بِمِثۡلِهٖ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ ظَهِيۡرًا‏ ﴿٨٨﴾

Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain."

Hal tersebut di atas telah membuat kita semakin yakin dan percaya bahwa alam semesta dan manusia ada penciptanya yaitu Allah Tuhan semesta alam. Al Quran Firman Allah telah menegaskan keberadaanNya. 

Entah bagaimana bisa di alam semesta ini yang memiliki triliunan galaksi, dan tiap galaksi memiliki milyaran planet tapi hanya planet bumi yang ada kehidupannya? 

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Akan tetapi banyak manusia yang tidak mempercayai bahwa ada Tuhan semesta alam yang menciptakan, menghidupkan dan mematikan. Mereka hanya berargumen bahwa semuanya terjadi secara kebetulan atau alamiah. Namun tidak demikian berdasar Firman Allah dalam Al Quran. Semua yang terjadi mulai penciptaan alam semesta, bumi yang hidup, air, tumbuhan, hewan, manusia, semuanya adalah rencana Allah. Istilah kerennya itu "God Plan". Semua yang Allah ciptakan di alam semesta ini serba bertujuan. 

Lalu apa tujuan dari semua ini? 

Agar manusia menyadari, bahwa alam semesta dan segala isinya itu ada yang menciptakannya yaitu Tuhan, dan Tidak ada Tuhan selain Allah. Oleh karena itu Allah mengajak manusia berpikir tentang penciptaan langit dan bumi untuk menunjukkan kebesaranNya.

Tujuannya untuk menyadarkan/meyakinkan manusia bahwa Allah itu sungguh ada dan benar nyatanya, dan manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah (bertakwa) sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bertakwa. Sebagaimana FirmanNya:
Al Jatsiyah (45) 22

وَ خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَلِتُجۡزٰى كُلُّ نَفۡسٍۢ بِمَا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُوۡنَ ﴿٢٢﴾
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
Ad Dzariat (51) ayat 56
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ ﴿٥٦

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Tak hanya itu, Allah jadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk menegakkan keadilan, menjaga bumi dari kerusakan, dan mengatur/mengelola bumi beserta penghuninya. Sebagaimana FirmanNya:
Al Baqarah (2) ayat 30
وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ ﴿٣٠﴾

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
As Shad (38) ayat 26-28
يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلۡنٰكَ خَلِيۡفَةً فِى الۡاَرۡضِ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ بِالۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الۡهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَضِلُّوۡنَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ لَهُمۡ عَذَابٌ شَدِيۡدٌۢ بِمَا نَسُوۡا يَوۡمَ الۡحِسَابِ ﴿٢٦﴾

(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan."

وَمَا خَلَقۡنَا السَّمَآءَ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَاطِلًا ‌ؕ ذٰ لِكَ ظَنُّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا‌ۚ فَوَيۡلٌ لِّلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنَ النَّارِؕ‏ ﴿٢٧﴾

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

اَمۡ نَجۡعَلُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَالۡمُفۡسِدِيۡنَ فِى الۡاَرۡضِ اَمۡ نَجۡعَلُ الۡمُتَّقِيۡنَ كَالۡفُجَّارِ ﴿٢٨﴾

Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?

Itulah tujuan Allah menciptakan alam semesta ini yaitu untuk meyakinkan manusia bahwa Allah adalah tuhannya manusia-tuhan semesta alam, dan manusia diperintahkan untuk beribadah menyembah Allah dengan bertakwa dan menjadikannya khalifah di muka bumi untuk menegakkan keadilan, mengatur manusia, mengelola bumi dan menjaganya dari kerusakan. Tak hanya itu, Allah akan memberikan balasan setimpal atas segala amal perbuatan manusia di dunia.

Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah Swt.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Itulah artikel yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E