Bersujud sholat. Gambar: Freepik.

Assalamualaikum wr wb.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt atas petunjuk hidup (Al Quran) yang telah Allah turunkan kepada manusia sehingga manusia bisa beriman dan bertakwa kepada Allah dan tidak tersesat di kehidupan dunia ini. 

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu Allahu akbar.

Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada nabi Muhammad Saw yang telah berjuang menyampaikan perintah dan larangan Allah.

Allahumma shalli ala muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.

Pada artikel kali ini saya tidak bosan bosannya berwasiat kepada diri saya sendiri dan juga kepada para muslimin dan muslimat. Marilah kita senantiasa bertakwa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Mudah mudahan kita selamat di dunia dan di akhirat, tidak terjerumus dalam kesesatan-kemaksiatan dan kejahatan di dunia, dan di akhirat kelak terhindar dari siksa api neraka yang menyala nyala. 

Judul artikel ini adalah

Allah tidak menjamin setiap orang yang hanya mengaku beriman masuk ke dalam surga. Tetapi Allah hanya menjamin orang orang bertakwa yang akan masuk surga. Bertakwalah!

Di Indonesia, banyak orang yang mengaku sebagai muslim. Tapi kebanyakan mereka tidak bertakwa sepenuhnya. Mereka sebagai muslim hanya karena orang tuanya juga muslim, bukan karena kesadaran pengetahuan. Padahal Allah telah memberikan Al Quran sebagai petunjuk untuk dipelajari dan dipahami. 

Kalau mereka mempelajari Al Quran adalah membaca bahasa arabnya saja, bukan terjemahannya. Akhirnya mereka tidak memahami isi Al Quran, dengan demikian mereka hanya bisa melestarikannya saja. Oleh karena itu, bagaimana mereka bisa memperoleh petunjuk Allah kalau tidak memahami isinya?

Iman atau meyakini Allah Tuhan Yang Maha Esa adalah hal penting dan mendasar. Tanpa iman yang kuat, orang tidak akan bertakwa dengan sungguh sungguh. Kalaupun ikut ibadah, karena ikut ikutan semua ibadah.

Memahami hal hal apa saja yang diperintahkan dan dilarang Allah dalam Al Quran adalah sangat penting, karena inilah esensi takwa sebenarnya yang harus dipatuhi. Yakin dan percaya Allah saja tidaklah cukup. Perlu pembuktian bagi manusia dalam meyakini Tuhannya yaitu menyembahNya dengan beribadah menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Inilah iman dan takwa yang sebenarnya.

Bertakwa harus didahului dengan keimanan/keyakinan yang kuat, bukan karena ikut ikutan atau budaya. Sedangkan Iman/yakin yang sebenarnya haruslah bertakwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya). Iman dan takwa tidak bisa dipisahkan. Inilah muslim yang Allah harapkan dalam firman firmanNya.

Namun di Indonesia banyak yang mengaku ngaku sebagai muslim tapi sholat tidak pernah. Kalaupun sholat itu setahun sekali waktu idul fitri dan idul adha. Itupun kalau sholat juga. Hidupnya hanya menghamba pada kehidupan dunia. Disibukkan oleh urusan duniawi dan hanya mengikuti hawa nafsu serta penuh keputus-asaan. Itulah orang orang yang tidak mengerti ajaran Islam (Al Quran).

Tak hanya itu apabila orang yang mengaku muslim tanpa mempelajari memahami Al Quran, begitu kena cobaan mereka berkeluh kesah dan berputus asa. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Padahal Allah telah ajarkan bagaimana hidup yang benar.

Agar iman kuat dan bertakwa (yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu ada), muslim harus belajar membaca-terjemahan dan memahami isi Al Quran. Al Quran itu mudah dipahami jika muslim mau membaca dan mempelajarinya. Ketakwaan yang sebenarnya bukan karena ikut ikutan, tapi karena mengerti bahwa Allah telah memerintahkannya sebagaimana dalam Al Quran.

Apakah orang yang mengaku muslim beriman kepada Allah akan masuk surga meskipun dia tidak bertakwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah)? Sekali kali tidak!

Surat Al Baqarah (2) ayat 214

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَاۡتِكُمۡ مَّثَلُ الَّذِيۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِكُمۡؕ مَسَّتۡهُمُ الۡبَاۡسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُوۡا حَتّٰى يَقُوۡلَ الرَّسُوۡلُ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ مَتٰى نَصۡرُ اللّٰهِؕ اَلَاۤ اِنَّ نَصۡرَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ ﴿٢١٤﴾

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Surat Al Ankabut ayat 2-5

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ ﴿٢﴾

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?

وَلَقَدۡ فَتَـنَّا الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ فَلَيَـعۡلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا وَلَيَعۡلَمَنَّ الۡكٰذِبِيۡنَ ﴿٣﴾

Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

اَمۡ حَسِبَ الَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ اَنۡ يَّسۡبِقُوۡنَا‌ ؕ سَآءَ مَا يَحۡكُمُوۡنَ ﴿٤﴾

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!

مَنۡ كَانَ يَرۡجُوۡا لِقَآءَ اللّٰهِ فَاِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰتٍ‌ؕ وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ ﴿٥﴾

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah keberuntungan yang besar. Mereka akan mendapat ganjaran surga di akhirat nanti. Itulah kemenangan yang besar. Sedangkan orang orang yang tidak beriman dan bertakwa atau jahat, Allah hukum mereka dengan neraka. Seburuk buruk tempat untuk kembali.

Beriman dan bertakwa kepada Allah membedakan orang orang yang baik dengan orang orang jahat dan keji. Perilaku orang orang beriman dan bertakwa hanyalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Apabila melakukan kesalahan/dosa maka suka segera kembali pada Allah (beristighfar), tidak terjerumus ke dalam jurang kesesatan yang nyata.

Orang yang beriman dan bertakwa merasa takut tidak akan masuk surga dengan berdoa penuh harap dan cemas. Mereka berupaya sekuat tenaga dan kemampuan untuk menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Mereka takut kelak masuk ke neraka, karena mereka yakin pasti akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban semasa hidupnya. Akan tetapi Allah berjanji akan memasukkan orang orang yang bertakwa ke dalam surga. Oleh karena itu, bertakwalah!

Menjadi orang yang beriman kepada Allah tidaklah mudah, masih diperintahkan untuk bertakwa. Apakah orang yang mengaku beriman itu sanggup untuk bertakwa (menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah)?

Kehidupan dunia ini tidak mudah. Semua manusia harus bersaing untuk hidup sejahtera, tapi harus dengan cara yang benar sesuai dengan perintah Allah. Apakah manusia itu mampu hidup sejahtera tanpa suap, judi, riba, mencuri, merampok, menadah, korupsi, dsb? Itulah larangan Allah yang harus dijauhi, dan kehidupan bertakwa yang harus dijalani.

Banyak orang mengatakan kalau hidup lurus, jujur, tidak menyuap, tidak korupsi maka tidak akan kaya kaya. Itulah yang banyak terjadi pada masyarakat. Akibatnya kualitas pemerintahan tidak bermutu, dan budaya moral masyarakat makin jatuh. Akhirnya bukan kesejahteraan yang dicapai tetapi kemiskinan yang terjadi.

Bertakwa adalah wajib bagi masyarakat yang mengaku beriman kepada Allah. Apabila kita akan memilih orang orang yang akan mengisi pemerintahan, kita harus memilih orang orang yang beriman dan bertakwa. Itu mutlak harus dilakukan. Apabila calonnya bukan orang orang yang beriman dan bertakwa, maka kehancuran yang terjadi yaitu krisis moral, kemiskinan, kemaksiatan, kejahatan, dan keadilan. 

Ketakwaan adalah inti orang orang sholeh, orang orang yang baik dan benar. Kita sebagai rakyat Indonesia menginginkan masyarakat yang lurus, bukan masyarakat penjahat atau orang orang yang tidak benar. Oleh karena itu "Bertakwalah"!

Sebagai penutup marilah kita berdoa memohon kepada Allah agar seluruh rakyat Indonesia diberi hidayah agar bisa bertakwa sehingga bisa menghasilkan orang orang pemerintahan yang bertakwa dan berkualitas, dengan harapan agar rakyat hidup makmur-sejahtera terhindar dari kemiskinan dan kejahatan.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Ya Allah. Ampunilah dosa dosa kami. Hapuskanlah segala kesalahan kesalahan kami. Wafatkanlah kami ke dalam golongan orang sholeh, dan masukkanlah kami ke dalam surga yang penuh kenikmatan dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka. 

Itulah artikel kali ini, apabila ada salah kata dan tidak berkenan saya mohon maaf. Wabilahitaufiq walhidayah. Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E