Al Quran. Gambar: Freepik.

Assalamualaikum wr wb.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala karuniaNya (Al Quran) sehingga kita bisa memperoleh petunjuk petunjukNya yang berguna terutama bagi kesehatan jasmani dan rohani kita.

Alhamdulillahirabbilalamin, alhamdulillahirabbilalamin, alhamdulillahirabbil alamiin wasyukurillah.

Sholawat dan salam tak lupa kita ucapkan kepada nabi Muhammad Saw atas segala perjuangannya yang telah menyampaikan Firman Allah kepada manusia, sehingga manusia mengerti bahwa manusia punya Tuhan, dan Allah adalah Tuhannya, Tuhan seluruh alam. Nabi Muhammad juga telah membuat manusia mengetahui bahwa segala amal perbuatan hidupnya akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Allah Swt dan akan diganjar dengan surga atau neraka. Untuk itulah manusia diperintahkan bertakwa kepada Allah Swt, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah.

Pada kesempatan di bulan suci ramadhan ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan juga kepada muslimin-muslimat agar senantiasa meningkatkan ketakwaan. Karena ketakwaan kitalah yang membawa kita ke tempat terpuji di akhirat nanti yaitu surga yang penuh kenikmatan, bukannya tempat yang buruk yaitu neraka. Tempat menghukum para pendosa.

Judul artikel kali ini saya mengusung:

Inilah alasan Al Quran sebagai penawar hati.

Kehidupan di dunia ini tidak lah mudah dijalani. Kita hidup di dunia tidak hanya berkumpul dengan orang orang yang baik, tetapi dikalangan kita juga ada orang orang yang jahat. Bahkan kita sulit untuk membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat, seperti ibarat "serigala berbulu domba". 

Ibarat pepatah lagi, "kelakuan jahat manusia itu seperti kucing garong, kesana kemari hanya untuk mencari makan, kawin, dan berkelahi/kuasa kuasaan". Jika diibaratkan saat ini seperti; Israel yang mencaplok Palestina, Amerika-Israel yang menyerang Iran, Amerika yang mencaplok greenland Denmark, dan Rusia yang menyerang mancaplok Ukraina. Persis seperti kucing garong. Itu adalah kehidupan antar negara. Lalu bagaimana kehidupan di dalam negara sesama satu bangsa?

Kehidupannya juga sama persis seperti kucing garong. Kesana kemari hanya untuk mencari makan, kawin, dan berkelahi/kuasa kuasaan. Iya nggak? Kalian jawab itu! Sama persis bukan?! Contohnya yang terjadi di Sudan dan Myanmar, Militer mengkudeta pemerintahan sipil dan menindas warga sipil. Tujuannya jelas ingin kalangan militer yang berkuasa. Partai politik saling berebut kekuasaan, dan banyak lagi contoh lainnya hingga dalam lingkup terkecil yaitu keluarga. 

Inilah realita kehidupan manusia, juga hampir sama persis dengan hewan/binatang. Hanya saja kehidupan manusia lebih kompleks, dan yang membedakan adalah semua amal kehidupan masing-masing manusia akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Allah Swt Tuhan seluruh alam, sedangkan hewan tidak. Kita oleh Allah diperintahkan untuk hidup benar sesuai aturanNya, jika tidak maka dimasukkan neraka.

Karena perilaku manusia seperti kucing garong dan bahkan perilakunya lebih buruk dari itu, Allah turunkan aturan setiap kali manusia dalam kesesatan dengan rasul sebagai perantaranya. Namun tiap kali rasul datang menerangkan Firman Allah, justru ditentang. Apabila menerima, ketika wafatnya rasul, firman Allah dirubahnya. Begitu seterusnya. 

Namun Allah turunkan aturan untuk yang terakhir kalinya dan Allah lindungi yaitu Al Quran, sebagai petunjuk, aturan hidup, dan sebagai penawar hati. Memberikan kabar gembira kepada yang beriman dan bertakwa, dan memberikan peringatan bagi yang membangkangNya. 

Surat Yunus (10) ayat 57

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُمۡ مَّوۡعِظَةٌ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوۡرِۙ وَهُدًى وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ ﴿٥٧﴾

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

Surat Al Isra (17) ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏ ﴿٨٢﴾

Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian.

Kebaikan dan kejahatan seperti air dan minyak yang tidak bisa bersatu, selalu berlawanan. Perilaku manusia apabila tidak di didik dan diatur secara benar, maka perilakunya akan liar bahkan lebih buruk daripada binatang liar yang selalu berbuat kejahatan, menindas orang yang lemah, dan melakukan kejahatan lainnya seperti oknum teroris TNI AD Jombang. Setelah menguasai negara mereka menindas rakyat dan pemerintahannya. 

Kehidupan tidak selalu mulus, tetapi penuh lika-liku dan dinamika. Orang orang sering mengibaratkan:
Hidup seperti naik roller coaster. Kadang di atas, kadang di bawah. Jalannya penuh lika liku dan tantangan.
Bukankah begitu! 
Saat ini negara kita berada di level terbawah secara ekonomi, kesejahteraan rakyatnya, dan keamanannya. Berada di ambang kehancuran bisa dikatakan iya. Mati suri bisa jadi. KO iya. Tapi tepatnya sekarat. Sepertinya tinggal menunggu kematiannya. Atau memang sudah mati.

Untuk bisa mapan dan sejahtera, manusia berlomba lomba berjuang mencapai keadaan tersebut. Ada yang menempuh jalan pintas (menjajah, menindas, mencuri, merampok, korupsi, menipu, suap, calo, melacur, judi, dsb). Akan tetapi ada juga yang tetap konsisten hidup lurus meskipun hidupnya jauh dari kata layak. 

Pada titik inilah inti bahasan kali ini. Apabila kejahatan sudah merajalela, sudah pasti ada korbannya. Apakah itu korban jiwa, harta-benda, hak asasi manusia, kecurangan, ketidak-adilan, dsb? Allah tentramkan hati mereka dengan firmanNya yaitu:
Innalillahi wainnailahi raajiuun. Sesungguhnya kami milik Allah, dan Kepadanyalah kami akan kembali.
Allah tentramkan lagi hati mereka dengan ancaman dan hukuman bagi para penjahat dengan hukuman siksa api neraka di akhirat nanti. Bagi yang beriman, menunaikan sholat, zakat,  shadaqah, dan bersabar., Allah ganjar dengan surga penuh kenikmatan.

Tidak mudah memang, tapi kehidupan dunia ini adalah ujian. Kita diperintahkan untuk hidup lurus/benar sesuai perintahNya. Keadaannya sudah pasti tidak banyak nyamannya sebagaimana firmanNya:

Surat Al Baqarah (2) ayat 214

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَاۡتِكُمۡ مَّثَلُ الَّذِيۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِكُمۡؕ مَسَّتۡهُمُ الۡبَاۡسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُوۡا حَتّٰى يَقُوۡلَ الرَّسُوۡلُ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ مَتٰى نَصۡرُ اللّٰهِؕ اَلَاۤ اِنَّ نَصۡرَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ ﴿٢١٤﴾

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Selengkapnya baca: 

Menjalani hidup lurus tidaklah mudah. Namun Allah berikan semangat kepada manusia untuk menjalani hidup lurus/benar, dan hal itu sudah menjadi ketetapan Allah sebagaimana firmanNya:
Surat Al Insyirah (94) ayat 5-6.

فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ﴿٥﴾

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ‏ ﴿٦﴾

sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Tak hanya itu, Allah juga tentramkan hati orang-orang yang hidupnya lurus/benar dengan firmanNya:
Surat Ar Ra'd (13) ayat 28.

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ ﴿٢٨﴾

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Sebagaimana kita ketahui, kejahatan, penjajahan, penindasan, perampokan, atau apapun itu kejahatannya., Allah dukung korban-korban kejahatan untuk melawan dengan perintah berjihad sebagaimana firmanNya:

Surat Al Hajj (22) ayat 78

وَجَاهِدُوۡا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖ‌ؕ هُوَ اجۡتَبٰٮكُمۡ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الدِّيۡنِ مِنۡ حَرَجٍ‌ؕ مِلَّةَ اَبِيۡكُمۡ اِبۡرٰهِيۡمَ‌ؕ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الۡمُسۡلِمِيۡنَ ۙ مِنۡ قَبۡلُ وَفِىۡ هٰذَا لِيَكُوۡنَ الرَّسُوۡلُ شَهِيۡدًا عَلَيۡكُمۡ وَتَكُوۡنُوۡا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ‌ ‌ۖۚ فَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعۡتَصِمُوۡا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوۡلٰٮكُمۡ‌ۚ فَنِعۡمَ الۡمَوۡلٰى وَنِعۡمَ النَّصِيۡرُ ﴿٧٨﴾

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Surat Al Ankabut (29) ayat 6

وَمَنۡ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفۡسِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ ﴿٦﴾

Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

Surat Al Baqarah (2) ayat 216

كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ لَّـكُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ ﴿٢١٦﴾

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Itulah mengapa Al Quran disebut sebagai penawar hati dalam menjalani kehidupan di dunia. Tidak mudah, tetap harus dijalani dengan benar, dan harus semangat dengan tuntunan Allah. Harapannya agar hidup kita tidak salah jalan/tersesat dalam kejahatan yang akan merugikan kita di dunia dan di akhirat nanti. Membuat kita tidak masuk surga, dan justru masuk neraka.

Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah agar hidup kita selamat dunia-akhirat.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Ya Allah. Ampunilah dosa dosa kami. Hapuskanlah segala kesalahan kesalahan kami. Wafatkanlah kami ke dalam golongan orang sholeh, dan masukkanlah kami ke dalam surga yang penuh kenikmatan dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka. 

Rabbana atina fiddun ya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.
Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.
Amin ya rabbal alamin (Kabulkanlah Ya Allah kabulkanlah).

Sekian artikel kali ini. Kurang lebihnya dan apabila ada salah kata mohon maaf sebesar besarnya. Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E