Buka puasa bersama. Gambar: Freepik

Assalamualaikum wr wb.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat, karunia, rezeki, nikmat, dan berkahNya.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillahirabbilalamin Wasyukurillah.

Semoga dengan hidup selalu mensyukuri nikmat Allah, Allah tambahkan rezeki dan nikmat kepada kita. Mudah mudahan hidup kita jadi berkah karena ridhoNya. Amin ya Rabbal alamin.

Tak lupa kita ucapkan shalawat serta salam kepada nabi besar Muhammad Saw yang telah menyampaikan wahyu perintah Allah Swt kepada seluruh umat manusia, untuk menuntun manusia ke dalam kehidupan yang benar.

Allahumma shalli ala muhammad
Wa ala ali sayyidina Muhammad.

Pada awal bulan ramadhan ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan juga kepada para muslimin dan muslimat, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita agar kita menang di dunia dan di akhirat. Hidup tidak terjerumus dalam kesesatan (kemaksiatan dan kejahatan) di dunia, dan hidup di surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. Mudah mudahan kita masuk ke dalam golongan orang orang yang menang. Amin.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Pada awal bulan puasa ini, marilah kita mengenal lebih jauh dan mendalam tentang hakikat puasa ramadhan. Apa itu puasa ramadhan? Siapa, Mengapa, Kapan dan Dimana, serta Bagaimana puasa ramadhan? Hal tersebut akan dibahas satu persatu sehingga kita bisa memahami hakikat puasa.

1. Apa itu puasa ramadhan?

Puasa ramadhan adalah menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual. Sedangkan berbuat keji seperti zina, homoseksual, mencuri, merampok, memfitnah, menyakiti orang lain, dsb memang sudah dilarang oleh Allah kapan pun dan dimana pun.

2. Siapa yang diwajibkan puasa ramadhan?

Surat Al Baqarah ayat 183 dan 184.

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ ﴿١٨٣﴾

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

اَيَّامًا مَّعۡدُوۡدٰتٍؕ فَمَنۡ كَانَ مِنۡكُمۡ مَّرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَ‌ؕ وَعَلَى الَّذِيۡنَ يُطِيۡقُوۡنَهٗ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِيۡنٍؕ فَمَنۡ تَطَوَّعَ خَيۡرًا فَهُوَ خَيۡرٌ لَّهٗ ؕ وَاَنۡ تَصُوۡمُوۡا خَيۡرٌ لَّـکُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ ﴿١٨٤﴾

(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

3. Mengapa diwajibkan puasa ramadhan? Kapan dan dimana waktunya puasa ramadhan?

Surat Al Baqarah ayat 185.

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ ﴿١٨٥﴾

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

6. Bagaimana puasa ramadhan yang benar?

Surat Al Baqarah ayat 187.

اُحِلَّ لَـکُمۡ لَيۡلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآٮِٕكُمۡ‌ؕ هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ؕ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمۡ كُنۡتُمۡ تَخۡتَانُوۡنَ اَنۡفُسَکُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَعَفَا عَنۡكُمۡۚ فَالۡـــٰٔنَ بَاشِرُوۡهُنَّ وَابۡتَغُوۡا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمۡ وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِ‌ؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِ‌ۚوَلَا تُبَاشِرُوۡهُنَّ وَاَنۡـتُمۡ عٰكِفُوۡنَ فِى الۡمَسٰجِدِؕ تِلۡكَ حُدُوۡدُ اللّٰهِ فَلَا تَقۡرَبُوۡهَا ؕ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُوۡنَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

Itulah hakikat puasa ramadhan. Surat Al Baqarah ayat 183 hingga ayat 187 telah menerangkannya. Sebagai orang yang bertakwa, kita harus mensyukuri petunjukNya agar tidak tejerumus dalam kemaksiatan dan kejahatan yang tidak hanya merugikan diri kita sendiri, tapi juga orang lain. 

Petunjuk Allah (Al Quran) datang untuk menasehati dan mengajak manusia untuk menjadi orang yang benar dengan menyembah Allah dan mematuhi perintah dan laranganNya (bertakwa) agar manusia selamat dunia dan akhirat. Karena manusia hidup tidak hanya di dunia ini saja, tetapi juga di akhirat yaitu di surga atau di neraka. Semua bergantung amal perbuatan masing masing manusia selama hidup di dunia.

Untuk menjalankan perintah Allah puasa ramadhan, kita tidak serta merta berpuasa tanpa persiapan. Kita harus menyiapkan makanan sahur dan makanan berbuka. Menu yang tepat akan membuat kita kuat berpuasa tanpa merasakan lapar yang berlebih. Pastinya makan tersebut membuat kita kuat dan sehat.

Adapun makanan yang tepat untuk sahur adalah nasi dengan olahan daging ayam/kambing. Daging tersebut memberikan tenaga ekstra dan mengenyangkan / tidak membuat mudah lapar. Dengan demikian membuat kita kuat berpuasa. Semakin bagus lagi kalau konsumsi donat dengan berat 80gr (komposisi utama: susu, telor, gula, kentang).

Sedangkan makanan yang tepat untuk berbuka puasa adalah makanan seperti tahu tempe, jagung, telor ayam, daging sapi, sayur mayur. Untuk memulihkan energi yang habis, konsumsi buah kurma yang rasanya manis adalah sangat penting. Donat kentang juga bagus untuk memulihkan energi.

Mengelola menu makan secara benar dan tepat selama puasa ramadhan, membuat tubuh kita menjadi kuat dan sehat. Puasa dapat menormalisasikan makan dan minum kita yang berlebih dan tidak tepat sehingga metabolisme tubuh menjadi normal kembali. Bisa saya katakan bahwa puasa ramadhan selama sebulan penuh tiap satu tahun sekali adalah masa mengistirahatkan tubuh kita. Kita harus bersyukur dengan adanya puasa ramadhan sehingga metabolisme tubuh menjadi normal kembali. 

Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah Swt agar kita diberi kesehatan dan kuat menjalankan puasa sebulan penuh. 

Ya Allah kuatkanlah iman kami, berilah kami karuniaMu, lapangkanlah kehidupan kami dan jangan kau sempitkan kehidupan kami, berilah kami rezeki sehingga kami bisa semakin tekun bertakwa kepadaMu. Ampunilah kami jika kami bersalah dan berdosa. Hapuskanlah kesalahan kesakahan kami. Masukkanlah kami ke dalam surga yang penuh kenikmatan.

Itulah artikel kali ini, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wabilahitaufiq wal hidayah. Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E