Kajian Islam. Gambar: Freepik.

(Klik gambar bulan di bagian bawah untuk mengatur latar mode siang atau malam demi kenyamanan membaca)

Assalamualaikum wr wb.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang atas karuniaNya (Al Quran) kita bisa memperoleh petunjukNya dan tidak tersesat di kehidupan dunia ini. 

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilahaillallah, Allahuakbar.

Sholawat serta salam atas junjungan nabi Muhammad Saw yang telah menyerukan firman firmanNya kepada umat manusia.

Allahummashalli ala Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad.

Di kesempatan bulan ramadhan ini saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan juga muslimin-muslimat, marilah kita bertakwa kepada Allah Swt dengan penuh keyakinan bahwa kita akan menemuiNya untuk dimintai pertanggung-jawaban atas segala perbuatan kita. Oleh karena itu bertakwa adalah baik untuk kita dan baik untuk semua.

Artikel pada kesempatan ini berjudul:

Bertakwa adalah bekal masuk surga.

Bertakwa adalah kepribadian yang baik. Perilaku yang patut dicontoh dan dilestarikan. Tidak ada yang tercela dalam bertakwa kepada Allah. Oleh karena itu Islam adalah agama yang lurus/benar. Silahkan bandingkan poin poin takwa kepada Allah dengan poin poin ajaran agama lain. Manakah ajaran yang lurus/benar?

Bertakwa kepada Allah adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Jika dirinci adalah sebagai berikut:

1. Menjalankan perintah Allah
  • Menjalankan rukun iman: 
Surat An Nisa (4) ayat 136, Surat Al Baqarah (2) ayat 177 dan 285.
    1. Iman kepada Allah
    2. Iman kepada malaikat
    3. Iman kepada kitab-kitab
    4. Iman kepada rasul-rasul
    5. Iman kepada hari akhir, dan 
    6. Iman kepada qadha dan qadar (baik dan buruk).
  • Menjalankan rukun Islam 
    1. Syahadat. (Surat Ali Imran 3 ayat 18, Al Anbiya 21 ayat 25, Tasyahud awal dalam sholat)
    2. Shalat. (Surat Al Baqarah ayat 43, 277, Al Bayyinah ayat 5)
    3. Zakat. (Surat Al Baqarah ayat 43, At Taubah 103).
    4. Puasa ramadhan. (Al Baqarah ayat 183)
    5. Haji bagi yang mampu. (Surat Ali Imran ayat 97)
  • Infaq/shodaqoh.
(Surat Al Baqarah 2 ayat 254, 261, 267, Ali Imran ayat 92, Saba ayat 39)
  • Dzikir mengingat Allah. 
(Al Ahzab ayat41-42, Al Baqarah ayat 152, 200, 255,  Ar Ra'du ayat 28, Ali Imran ayat 191)
  • Istighfar. 
(Surat Nuh 11 ayat 10-12, Hud ayat 3, Anfal 8 ayat 33, Ali Imran 3 ayat 17)
  • Tabah dan Sabar. 
(Al Baqarah ayat 153, Az Zumar ayat 10, Ali Imran ayat 200, Al Anfal ayat 46, An Nahl ayat 126).
  • Jihad. 
(Al Baqarah ayat 216, 218, Al Furqan ayat 52, Al Hajj ayat 78, 
  • Dakwah. 
(Surat An Nahl ayat 125, Ali Imran ayat 104, 110, Fussilat ayat 33, Al Ashr ayat 1-3)
  • Menutup aurat dan menjaga pandangan. (Surat An Nur ayat 31, Al Ahzab ayat 59).
(Surat An Nur ayat 30, 31, Al Ahzab ayat 59, Al A'raf ayat 26)
  • Memperhatikan makanan dan minumannya. (Surat Abasa ayat 24)
  • Berkurban hewan (kambing, sapi, onta). Dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. (Surat Al Kautsar ayat 2, Al Hajj ayat 34).
  • Berbuat adil.
Note: Masih akan terus dirinci dan diupdate.

2. Menjauhi larangan Allah
  • Judi, minuman keras, kurban/sesajen untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah dsb. (Al Maidah ayat 90-91)
  • Riba (Surat Al Baqarah ayat 275, 276, 278)
  • Maksiat
  • Zina (Al Isra ayat 32)
  • Homoseksual (Al A'raf ayat 80-81, Asy syuara ayat 165-166, An Naml syat 54-55)
  • Ngelonte/melacur (An Nur ayat 33)
  • Mencuri, merampok, korupsi, Suap, Kolusi dan Nepotisme (An Nisa ayat 29)
  • Menumpuk numpuk harta. (Surat Al Humazah ayat 2-3, At Taubah ayat 34-35).
  • Menjajah dan Menindas. (Surat Al Hajj ayat 39).
  • Menyiksa hewan dan Menyiksa manusia (bukan karena hukuman). (Surat Al Ahzab ayat 58, Al Maidah ayat 32).
  • Membunuh tanpa dasar yang jelas. (Surat Al Isra ayat 33, Al Maidah syat 32).
  • Mengurangi takaran barang dagangan
  • Berbuat curang
  • Makan bangkai 
  • Makan dan minum darah
  • Makan daging babi, dan daging hewan yang dilarang Allah memakannya


Note: Masih akan terus dirinci dan diupdate.

3. Hukum Allah
  • Mencuri/merampok/korupsi, dsb (Surat Al Maidah ayat 38-39).
  • Zina (Surat An Nur ayat 2), Penuduh zina tanpa saksi (An Nur ayat 4).
  • Keji / homoseksual. Surat An Nisa ayat 16.


Note: Masih akan terus dirinci dan diupdate.

Kita hidup di dunia ini tidak hanya sekedar bertahan hidup memenuhi kebutuhan saja, dan bahkan banyak yang suka menumpuk-numpuk harta benda sebanyak mungkin. Bukan seberapa banyak harta-benda yang mampu diperoleh manusia, tapi ketakwaan kita lah yang dinilai oleh Allah Swt. 

Harta benda tidak akan dibawa mati dan begitu pula setelah bangkit dari kematian, tapi ketakwaan kita lah yang akan menentukan nasib kita di akhirat nanti yaitu surga atau neraka. 

Bertakwa adalah sebaik baik bekal dari dunia untuk kehidupan di akhirat. Bukan tumpukan harta benda dan uang. Namun demikian harta benda tetap sangatlah penting demi kelangsungan hidup kita dan keturunan. Tak ada orang yang ingin hidup tidak layak (miskin). Namun kita tidak boleh berlebih lebihan dalam menumpuk harta karena hal ini juga demi kelangsungan hidup (layak) orang banyak.

Apabila harta benda hanya dikuasai oleh segelintir orang, masyarakat banyak yang disusahkan. Daya beli masyarakat jadi rendah, tabungannya rendah atau bahkan tidak ada. Sampai sampai pemerintah menggelontorkan bansos (bantuan sosial). Bank pun tak akan mau menggelontorkan kredit besar besaran karena resiko kredit macet. 

Tujuan perintah Allah agar manusia bertakwa adalah untuk menertibkan dan mengatur manusia agar kehidupan manusia tertib, teratur, beradab, sejahtera, dan hidup sehat. Silahkan perhatikan poin poin takwa tersebut di atas. Bukankah demikian? Apabila penduduk suatu negeri bertakwa, itu untuk kebaikan penduduk negeri itu sendiri. Oleh karena itu Allah memerintahkan agar seluruh penduduk negeri bertakwa kepada Allah sebagaimana firmanNya:
Surat Al A'raf ayat 96.

وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏ ﴿٩٦﴾

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Surat Ar ra'd ayat 11

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنۡۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهٖ يَحۡفَظُوۡنَهٗ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوۡمٍ سُوۡۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّالٍ ﴿١١﴾

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Dari ayat tersebut di atas jelaslah bahwa keadaan suatu negeri bergantung dari ketakwaan penduduknya. Bukan ketakwaan satu atau dua orang, melainkan ketakwaan seluruh penduduknya. Namun realitanya tak seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan mereka tidak beriman dan bertakwa yang mana perilakunya telah menyimpang. Silahkan diamati dan diteliti, apakah poin poin takwa tersebut diatas adalah ajaran yang tidak benar? Justru ajaran ajaran di luar takwa yang tidak benar. Silahkan bandingkan.

Padahal bertakwa kepada Allah adalah untuk kebaikan tiap tiap penduduk dan seluruh penduduk suatu negeri untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Seharusnya tiap tiap manusia penduduk negeri bertakwa kepada Allah, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya sebagaimana dalam Al Quran. Bukannya membenci ajaran Allah dalam Al Quran. Adakah cela pada ajaran Allah dalam Al Quran? Sebenarnya hati kalianlah yang tertutup!

Sebagai manusia beriman dan bertakwa kepada Allah, saya tidak mengatakan saya orang suci, banyak dosanya memang iya karena saya bukan malaikat. Oleh karena itu saya beristighfar terus memohon ampunan Allah Swt. Menyeru diri sendiri dan orang lain untuk beriman dan bertakwa kepada Allah semampu kita menjalankannya mengharapkan ampunan, rezeki, anugerah, dan keberkahanNya sehingga seluruh penduduk negeri hidup aman, sejahtera, dan bahagia di dunia dan di akhirat. 

Sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah memohon keamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Allah ya Tuhanku. Ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Ya Allah Ya Tuhanku, berilah aku kebaikan di dunia dan berilah aku kebahagiaan di akhirat. 

Amin Allahumma Amin.

Sekian artikel kali ini, kurang lebihnya saya mohon maaf. Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E