Gambar: Freepik.

Minggu 21 Juni 2026.

Piala dunia adalah ajang sepak bola bergengsi di seluruh dunia. Semua perhatian masyarakat tertuju kepada ajang piala dunia meskipun negaranya tidak lolos ke piala dunia. 

Semua masyarakat ingin negaranya lolos. Mereka mendambakannya. 

Namun perjuangan tim nasional mereka sungguh sungguh berat terutama ketika kuota negara yang lolos sangatlah sedikit dan tak sebanding dengan banyaknya negara peserta pada tiap tiap benua. 

Hal ini membuat serasa tidak adil. 

Tak hanya itu jika kita melihat daftar grup klasemen Piala Dunia, kita terlalu sering melihat negara dari benua Eropa dan dari negara benua Amerika. Sedangkan Asia dan Afrika hanya muncul beberapa kali. Padahal negara peserta kualifikasi Piala Dunia zona AFC dan CAF banyak yaitu mencapai 46 dan 53 negara, dan yang lolos cuman 9 - 10 negara

Sebagaimana diketahui, adapun jumlah kuota kontestan Piala Dunia masing masing benua yaitu:

1. Benua Eropa (UEFA).
Kuota 16 : Peserta 55 negara.

2. Benua Asia (AFC).
Kuota 9 : Peserta 46 negara. 

3. Benua Afrika (CAF).
Kuota 10 : Peserta 53 negara. 

4. Benua Amerika. 
Jumlah total Kuota 15 : Peserta 40 negara. 

Rinciannya: Dibagi 2 Zona yaitu
Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).
Kuota 8 : Peserta 30 negara. 
Amerika Selatan (CONMEBOL).
Kuota 7 : Peserta 10 negara. 

5. Oceania (OFC).
Kuota 2 : Peserta 11 negara. 


Dari masing masing benua, kuota terbanyak berasal dari benua Eropa dan Amerika. Masing masing memiliki kuota 15. Sedangkan Asia hanya 9, Afrika hanya 10, dan Oceania hanya 2. Terlebih negara Australia ikut zona Asia. Tidak seharusnya Australia ikut Zona Asia, karena jika lolos akan memakan jatah kuota negara Asia. Ini tentang "jatah", bukan tentang "mencari tantangan". 

Urusan "tantangan atau level skill kompetisi" itu urusan masing masing federasi. Tantangan sebenarnya itu ada di Piala Dunia. FIFA harus tegas, negara negara Asia harus tetap menjadi anggota AFC bukannya ikut menjadi anggota UEFA. Begitu pula negara negara dari Oceania harus tetap menjadi anggota OFC, bukan ikut / pindah menjadi anggota AFC.

Saya pikir negara negara benua Asia dan benua Afrika diperlakukan tidak adil. Negara peserta kualifikasinya sudah banyak, tetapi jatah kuota lolos piala dunia cuma sedikit. Tentunya ini membuat semakin berat dan tidak mudah.
Hal ini jelas jelas merugikan. Seperti ada diskriminasi oleh FIFA. Respectnya itu dimana?

Skill atau prestasi sepak bola tim nasional tiap tiap konfederasi dalam penentuan kuota dan daya tarik pertandingan Piala Dunia tidak bisa dijadikan alasan mutlak untuk membatasi kuota. Apabila dibatasi, pengalaman merasakan piala dunia dan untuk berkembang itu akan terasa lebih sulit. Sulit untuk maju. Meskipun mungkin awalnya kalah telak di piala dunia pertamanya, tapi hal tersebut akan menjadi pembelajaran bahwa piala dunia itu level tertinggi. FIFA harus mengerti dan memahami itu. 

Kemudian juga apabila kuota masing masing benua itu adil atau (rasio kuota dengan peserta kualifikasi tiap tiap benua sama), peluang untuk bersaing secara ketat semakin tinggi antara Asia, Eropa, Afrika dan Amerika yang saat ini jumlah peserta kualifikasinya relatif hampir sama yaitu 46 hingga 55 negara.

Apabila FIFA masih kukuh dengan syarat tersebut, sekalian saja Piala Dunia dijadikan Piala Eropa-Amerika, Piala Dunia yang semua pesertanya berasal dari negara negara Eropa dan Amerika yang berskill tinggi. Bukankah begitu? 

Piala Dunia tetaplah Piala Dunia, bukan Piala Eropa-Amerika! Negara negara Asia dan Afrika hanya selalu dijadikan pelengkap dan penonton saja, sedangkan yang main mereka. Jika ibarat Film, mereka pemain utamanya, negara Asia dan Afrika hanyalah pemain latarnya. 

RESPECT dong FIFA. Jangan diskriminasi begitu  Selain itu AFC, CAF, OFC juga harus memajukan sepak bola konfederasinya dan juga meningkatkan skill pemain negara negara anggotanya. Biar gak malu maluin kalah telak di Piala Dunia. Inilah gunanya ada Pemerintahan (organisasi) AFC, CAF, dan OFC. Bukan berarti kalah telak akhir dari segala galanya, justru menjadi momentum untuk memperbaiki / meningkatkan diri. 

Kesimpulannya yaitu FIFA harus berbuat adil dalam menentukan jumlah kuota peserta Piala Dunia dari AFC, dan CAF. Rasio kuota dan peserta kualifikasinya harus sama atau setara dengan UEFA. Hal ini tentunya akan menambah jumlah kontestan Piala Dunia menjadi sekitar lebih dari 50 negara. 

Apabila FIFA tetap mempertahankan jumlah kontestan Piala Dunia sebanyak 46, FIFA harus mengurangi kuota UEFA, CONCACAF, CONMEBOL agar tetap menjadi 46 peserta. Jika demikian Piala Dunia memang layak disebut Piala Dunia, bukan disebut Piala Eropa-Amerika.


Penulis: Raden Yudha Kusuma, S.E
Instagram: Radenyudha981. Like and Follow.
Dengarkan lagu laguku di Spotify, Apple music, Youtube musik, dll.