Cyber Crime. Gambar: Freepik.
Tidak perlu panjang lebar, Terorisnya yang membuat kriminalisasi, kerusuhan, bencana alam banjir dan longsor (pembalakan liar), gempa bumi dari ledakan bom dasar laut, pengerusakan, pencurian lewat penyadapan, dan kejahatan yang viral di TV adalah oknum teroris TNI AD Jombang dan orang sipil ahli IT. Jumlahnya kemungkinan lebih dari 30-50 orang terdiri dari oknum TNI AD dan orang sipil ahli IT/Hack. Sudah saya laporkan ke Kapolri dan Kabareskrim Polri.
Kalau Terorisnya tidak ditangkap berarti negara dan pemerintahannya sudah jatuh ke tangan Teroris. Pejabat pejabat negaranya termasuk Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI sudah diganti dan diatur/dikendalikan oleh Teroris. Hal ini berarti kekuasaan negara telah jatuh ke tangan Teroris.
Komplotan Teroris ini sangat berbahaya. Apabila tidak menyerang menjahati korbannya, ya membunuh. Mindsetnya dibentuk oleh kemiskinan dan pendidikan ketentaraannya. Mereka hanya diajari untuk menyerang dan membunuh (bertempur dan berperang). Mereka tidak pernah diajari untuk menjadi orang benar. Hasilnya "Psikopat". Perilakunya lebih buruk dari binatang liar. Hal tersebut berdasar hasil pengamatan dan analisa saya terhadap tindak kejahatannya. Teroris ini suka menindas orang dengan menyakiti/menganiaya bahkan tak segan segan membunuh, mencuri, dan merampok. Perilaku menindasannya sudah pasti dipengaruhi oleh pendidikan ketentaraannya.
Begitu kekuatan mereka sedang unggul dari orang lain, mereka selalu menindas dan atau menjajah. Ini adalah ciri khas militer. Oleh karena itu saya katakan "Psikopat". Begitulah apabila militer yang sedang pegang kendali dalam suatu negara. Contoh lainnya seperti Rusia, Israel, Amerika Serikat, dan sekutunya.
